Jalan arteri sekunder berperan penting dalam mendukung mobilitas perkotaan serta ekonomi masyarakat. Namun, perbaikan ruas jalan arteri sekunder di Kota Kediri masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan anggaran biaya serta belum optimalnya penerapan peraturan terkait kelebihan muatan dan dimensi kendaraan. Kondisi tersebut menuntut adanya pendekatan yang sistematis dan objektif dalam menentukan prioritas perbaikan jalan agar manfaat yang dihasilkan dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prioritas kriteria perbaikan 6 ruas jalan arteri sekunder di Kota Kediri menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Complex Proportional Assessment of Alternatives with Grey Relations (COPRAS-G). AHP digunakan untuk menentukan bobot kepentingan kriteria dan sub-kriteria berdasarkan expert judgment dari Staf Bina Marga Dinas PUPR Kota Kediri, sedangkan COPRAS-G digunakan untuk menentukan urutan prioritas ruas jalan dengan mempertimbangkan data interval. Kriteria yang digunakan meliputi kondisi jalan, volume kendaraan, ekonomi, perkotaan, karakteristik jalan, dan aspek kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan kriteria kondisi jalan (0,305), volume kendaraan (0,189), dan ekonomi (0,163) merupakan kriteria paling menentukan, dengan sub-kriteria utama meliputi manfaat perbaikan jalan (0,090), volume truk melintas (0,082), lubang jalan (0,081), gelombang jalan (0,077), dan biaya pemeliharaan (0,073) dengan prioritas perbaikan tertinggi adalah Jalan Imam Bonjol (0,181) dan Jalan MT Haryono (0,172).