Perancangan Hotel di Surabaya berangkat dari permasalahan utama berupa kepadatan kawasan, tingginya polusi udara, minimnya ruang hijau yang sehat, serta kondisi lingkungan sekitar yang didominasi pemukiman padat atau slum yang mempengaruhi kualitas visual dan kenyamanan pengguna. Penelitian ini memfokuskan diri pada bagaimana prinsip biophilic design dapat merespon isu lingkungan tersebut, khususnya dalam konteks iklim tropis lembab yang menuntut strategi pencahayaan dan penghawaan alami yang optimal. Ruang lingkup kajian meliputi analisis tapak, karakter iklim, kualitas udara, kondisi visual, kebutuhan pengguna, serta potensi integrasi elemen alami dalam desain hotel urban. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur, observasi lapangan, analisis potensi dan kendala tapak, evaluasi pola perilaku pengguna, dan perumusan konsep desain restoratif. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan vegetasi vertikal, ruang transisi hijau, facade penyaring polusi, bukaan yang diorientasikan untuk mengontrol view, serta sistem penghawaan pasif berbasis prinsip tropis mampu meningkatkan kualitas udara, kenyamanan termal, dan pengalaman visual pengguna. Hotel biofilik yang dirancang berfungsi tidak hanya sebagai akomodasi, tetapi sebagai ruang pemulihan urban yang menawarkan lingkungan sehat dan hijau di tengah kepadatan kota. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi model penerapan arsitektur restoratif pada kawasan urban dengan kondisi lingkungan yang menantang.