Latar belakang dilakukan penelitian ini dikarenakan meningkatnya tren kendaraan ramah lingkungan di Indonesia, terutama di Jawa Timur, yang belum sepenuhnya sejalan dengan tingkat adopsi aktual mobil hybrid. Tujuan studi ini untuk menganalisis pengaruh attitude, environmental knowledge, subjective norm, dan perceived behavioural control terhadap purchase intention mobil hybrid. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 169 responden. Data tersebut dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukan bahwa attitude dan subjective norm memiliki pengaruh signifikan terhadap purchase intention konsumen. Sebaliknya, environmental knowledge dan perceived behavioural control ditemukan tidak berpengaruh signifikan terhadap purchase intention. Temuan ini mengindikasikan bahwa keputusan pembelian konsumen di Jawa Timur lebih didominasi oleh sikap individu dan pengaruh lingkungan sosial, dibandingkan oleh tingkat pengetahuan lingkungan atau persepsi kontrol perilaku. Implikasi dari studi ini menyarankan agar pelaku di industri otomotif dapat mengoptimalkan strategi pemasaran yang lebih berfokus pada pengaruh sosial dan pembentukan sikap positif terhadap produk mobil hybrid, sambil mengevaluasi kembali efektivitas edukasi terkait isu lingkungan yang ada