Hunian co-living multikelas di kawasan Panglima Sudirman, Surabaya

Hunian co-living di Panglima Sudirman, Surabaya dirancang sebagai respons terhadap keterpisahan sosial antara pekerja urban, warga existing, dan kelompok profesional di kawasan transisi CBD–administratif kota. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana arsitektur hunian dapat menautkan perbedaan kelas sosial, ritme hidup, dan pola aktivitas dalam satu sistem tinggal bersama tanpa menghilangkan batas privasi. Metode perancangan dilakukan secara kontekstual-kualitatif melalui analisis tapak, karakter pengguna, studi preseden, dan pendekatan teori everydayness. Pemahaman tersebut diterjemahkan ke dalam konsep in-between spaces sebagai strategi utama dalam merancang ruang perantara antara privat dan komunal. Hasil perancangan berupa bangunan hunian berbasis co-living yang dibagi ke dalam tiga zona pengguna dengan tingkat privasi yang berbeda. Bangunan ini dilengkapi sistem ruang komunal berlapis seperti dapur bersama, ruang makan, ruang santai, dan area transisi yang memungkinkan pertemuan lintas kelas secara alami. Integrasi fungsi tinggal, bekerja, dan bersosialisasi dalam satu kesatuan arsitektur diharapkan mampu membentuk kebersamaan tanpa menghapus perbedaan karakter tiap kelompok. Proyek ini menunjukkan bahwa ruang antara yang dirancang secara sadar terhadap konteks dan praktik keseharian mampu berperan sebagai pengikat sosial. Pada saat yang sama, rancangan tersebut menjaga keseimbangan antara kebutuhan privasi dan kolektivitas dalam hunian urban Surabaya.

CELINE CHRISTINA LINJAYA Altrerosje Asri (Advisor 1) Universitas Kristen Petra Indonesian Digital Theses Undergraduate Thesis Laporan Perancangan Arsitektur Laporan Perancangan Arsitektur No. 00024692/ARS/2025; Celine Christina Linjaya (B12220028) HOUSING--INDONESIA; HOUSING--PHILOSOPHY; HOUSING DEVELOPMENT

Files