Strategi pengembangan produk kue keranjang merek Ny. Go

Kue Keranjang merupakan kue tradisional yang identik dengan perayaan tahun baru Imlek. Pasca pandemi COVID-19, Kue Keranjang Ny. Go yang telah berdiri sejak 1986, mengalami penurunan penjualan yang signifikan. Sifat produk yang musiman hanya pada saat Imlek, membuat penjualan menjadi tidak stabil sepanjang tahun. Untuk itu, diperlukan inovasi produk baru agar dapat menjaga keberlangsungan bisnis walaupun di luar Imlek. Penelitian ini menggunakan pendekatan Double Diamond dengan empat tahap: discover, define, develop, dan deliver. Tiga tahap awal digunakan untuk menggali peluang inovasi produk, sementara tahap akhir dilakukan untuk mengukur penerimaan pasar. Hasil survei menunjukkan preferensi konsumen terhadap inovasi produk olahan kue keranjang, yaitu Tartlet Gemoy. Peneliti juga melakukan expert review dan trial pre-order untuk menilai kelayakan dan minat pasar terhadap produk tartlet gemoy. Hasilnya menunjukkan bahwa produk berpotensi untuk diterima konsumen. Namun, terdapat beberapa masukan yang dapat dijadikan acuan untuk penyempurnaan produk lebih lanjut, terutama dalam aspek visualisasi kemasan dan kualitas produk. Temuan ini menjadi dasar rekomendasi pengembangan produk agar kue keranjang dapat dinikmati sepanjang tahun.

IVANIA DESELINA SOENJOYO Hatane Semuel (Advisor 1); Serli Wijaya, S.E., M.Bus., Ph.D. (Advisor 2); R.R. Retno Ardianti (Examination Committee 1); Endo Wijaya Kartika (Examination Committee 2) Universitas Kristen Petra Indonesian Digital Theses Graduate Thesis Tugas Akhir Tugas Akhir No. 03020504/MM/2025; Ivania Deselina Soenjoyo (D21240033) BRANDING (MARKETING); PRODUCT DEVELOPMENT; CONSUMERS--RESEARCH; MARKETING--MANAGEMENT

Files