Kajian terapan dalam desain memiliki peran penting yang tidak hanya berfokus pada aspek bentuk dan estetika, tetapi juga pada pemahaman yang mendalam mengenai pengguna serta konteks budaya, khususnya dalam memengaruhi proses pengambilan keputusan desain. Melalui kajian ini, ide-ide kreatif yang relevan dapat dikembangkan untuk memberikan solusi nyata atas masalah yang dihadapi pengguna. Selain itu, kajian terapan mendorong para desainer untuk menciptakan inovasi yang lebih tepat sasaran dengan memahami kebutuhan dan latar belakang budaya pengguna. Desain interior Rumah Abu pun dapat mengalami perubahan seiring waktu berdasarkan pengalaman dari kajian terapan tradisi dan feng shui. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana faktor tradisi dan feng shui dapat dimanfaatkan dalam mendukung perancangan interior Rumah Abu di Surabaya agar selaras dengan kepercayaan dan praktik masyarakat Tionghoa. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam bersama pemilik Rumah Abu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tradisi dan feng shui berpengaruh signifikan dalam perancangan desain interior Rumah Abu. Hal ini tercermin dari perpaduan nilai-nilai budaya lokal, simbolisme, dan fungsi praktis yang diwariskan secara turun-temurun, serta penerapan prinsip feng shui yang mengatur orientasi, tata letak, dan penataan ruang. Kombinasi tersebut menghasilkan desain interior yang tidak hanya estetis dan fungsional, tetapi juga kaya akan makna budaya dan spiritual. Kata kunci: faktor tradisi dan feng shui, desain interior, rumah abu, Surabaya.