Perpustakaan Bank Indonesia Surabaya sebagai salah satu institusi kultural berperan penting dalam penyebaran informasi dan literasi publik. Namun, tantangan muncul ketika generasi pengguna yang berbeda, yaitu Generasi Z yang melek digital dan Generasi X yang cenderung konvensional, memiliki kebutuhan dan preferensi ruang yang berbeda. Gen Z lebih menyukai ruang yang fleksibel, interaktif, dan berbasis teknologi, sementara Gen X cenderung mengapresiasi ruang baca yang tenang, koleksi fisik, serta tatanan klasik. Ketidaksesuaian antara desain ruang perpustakaan yang ada dengan ekspektasi dua generasi ini menyebabkan turunnya keterlibatan pengguna secara aktif. Oleh karena itu, diperlukan redesain interior perpustakaan yang menggabungkan unsur teknologi, fleksibilitas ruang, serta pelestarian nilai historis bangunan untuk menciptakan ruang sosial yang inklusif dan adaptif. Pendekatan ini bertujuan untuk menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar, kolaborasi, dan rekreasi yang relevan dan menarik bagi lintas generasi.