Transparansi ESG dan manajemen laba: apakah keberagaman gender dewan direksi berperan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keberagaman gender di dewan direksi dalam memoderasi hubungan antara transparansi ESG (Environmental, Social, and Governance) dan praktik manajemen laba. Model penelitian yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan data panel pada sampel sebanyak 165 pengamatan yang berasal dari 33 perusahaan yang mempunyai laporan keuangan berkelanjutan dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama 2019 hingga 2023. Hasil pada hipotesis pertama menunjukkan bahwa ESG berpengaruh terhadap manajemen laba, yang mana sejalan dengan agency theory bahwa transparansi ESG dianggap mengurangi asimetri informasi dan konflik kepentingan sehingga membatasi ruang manajemen laba. Sementara itu, stakeholder theory menekankan bahwa praktik ESG mencerminkan komitmen perusahaan terhadap kepentingan multipihak yang dapat meningkatkan akuntabilitas. Sedangkan hasil hipotesis kedua menunjukkan bahwa keberagaman gender dewan direksi tidak terbukti memperkuat hubungan ESG dan manajemen laba. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberagaman gender mungkin tidak secara langsung meningkatkan efektivitas pengawasan dewan dalam konteks ESG. Studi ini merekomendasikan perlunya pendalaman faktor kontekstual, seperti budaya organisasi untuk mengoptimalkan peran dewan direksi. Temuan ini juga berkontribusi pada literatur tata kelola perusahaan dengan menyoroti kompleksitas interaksi antara faktor sosial dan mekanisme pengawasan di negara yang sedang berkembang.

BILL FERNANDO; BILLY GOZAL Adhityawati Kusumawardani S.E. Msc. (Advisor 1); Yenni Mangoting (Examination Committee 1) Universitas Kristen Petra Indonesian Digital Theses Undergraduate Thesis Skripsi/Undergraduate Thesis Skripsi No. 32011181/AKT/2025; Bill Fernando (D12210068), Billy Gozal (D12210015) BOARDS OF DIRECTORS; EARNINGS MANAGEMENT; CORPORATE GOVERNANCE

Files