UMKM memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama di sektor kuliner tradisional. Salah satu produk lokal yang potensial adalah Bakpao Tomak di Tanjung Selor, Kalimantan Utara. Meskipun telah memiliki pelanggan tetap, produk ini belum memiliki kemasan dan identitas visual yang kuat untuk bersaing di pasar yang lebih luas. Perancangan kemasan dilakukan untuk menciptakan visual branding yang mampu memperkuat karakter produk, menarik minat konsumen, dan meningkatkan daya saing. Proses perancangan dilakukan melalui wawancara, observasi langsung, dan survei terhadap pemilik usaha dan konsumen. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan metode VIEW (Visibility, Information, Emotional Appeal, Workability). Hasil analisis menunjukkan bahwa kemasan sebelumnya memiliki visibilitas rendah, informasi produk yang terbatas, serta belum menciptakan kedekatan emosional dengan konsumen. Perancangan kemasan yang baru mengadopsi gaya visual modern dengan sentuhan Oriental Chinese Culture, sesuai dengan latar belakang budaya pemilik dan karakter produk. Elemen visual seperti warna, ilustrasi, logo, dan tipografi dirancang untuk memperkuat citra brand sekaligus meningkatkan fungsionalitas kemasan. Evaluasi terhadap hasil perancangan menunjukkan bahwa konsumen menilai kemasan baru lebih menarik, informatif, dan mencerminkan identitas produk dengan baik. Pemilik usaha menyampaikan kepuasan tanpa memberikan kritik terhadap desain akhir. Perancangan ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik visual produk, memperluas jangkauan pasar, serta memperkuat citra Bakpao Tomak sebagai produk camilan lokal yang memiliki keunikan dan kualitas.