Penelitian ini mengkaji aspek keselamatan perseptual terhadap potensi jatuh dari ketinggian pada bangunan bertingkat, dengan studi kasus Gedung Q Universitas Kristen Petra Surabaya. Lokasi berisiko diidentifikasi berdasarkan teori Injury Prevention Through Environmental Design (IPTED). Empat lokasi utama yang dianalisis meliputi balkon, atap, jendela, dan tangga. Wawancara dilakukan pada lima mahasiswa, terdiri dari tiga pengguna rutin dan dua non-pengguna Gedung Q, untuk memahami persepsi mereka terhadap potensi jatuh di lokasi tersebut. Hasil wawancara dianalisis menggunakan teori affordance oleh William Gaver yang mengelompokkan temuan menjadi perceptible, hidden, false, dan correct rejection, serta memperhatikan informasi perseptual yang memengaruhi persepsi risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lokasi memiliki potensi bahaya yang tidak disadari mahasiswa (hidden), dan beberapa lokasi tanpa risiko justru dianggap berbahaya (false). Temuan ini menunjukkan adanya miskomunikasi visual antara desain bangunan dan persepsi pengguna. Intervensi desain dilakukan dengan menambah atau menghapus elemen visual tertentu untuk mengubah hidden dan false affordance menjadi perceptible atau correct rejection. Penelitian ini memberikan kontribusi pada strategi desain bangunan kampus yang lebih aman dengan mempertimbangkan persepsi pengguna sebagai bagian dari pencegahan kecelakaan jatuh dari ketinggian.