Masyarakat mengalami segregasi, dimana masing-masing anggotanya masuk ke dalam kotak-kotak yang berlabel “etnis”, “agama”, dan “ekonomi”. Mulai dari area rumah yang terpisah, tipe 45 di satu pojok, sementara tipe 300-an dan seterusnya di pojok lain. Anita Lie, salah satu dosen Universitas Kristen Petra menentang adanya segregasi. Oleh karena itu, Anita Lie terdorong untuk mengarang buku anak. Dalam 10 judul buku yang ditulisnya, dikisahkan persahabatan dua orang anak perempuan bernama Xiao Hui dan Mina. Kedua anak tersebut memiliki etnis dan agama yang berbeda. Menurut Anita Lie, interaksi yang terjalin dengan anak-anak lain yang berbeda agama dan budaya adalah hal penting yang menimbulkan pengenalan.