Tidak menguasai bahasa cina, siapa yang rugi?

Di era perdagangan bebas dan globalisasi, terdapat banyak kendala yang menghambat peningkatan volume serta nilai ekspor Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan perbincangan kompas dengan sejumlah pelaku bisnis Jatim, ternyata ketidakandalan kinerja pengusaha Jatim dalam bisnis Internasional juga disebabkan oleh peraturan masa lalu. Pada masa Orde Baru, pemerintah melarang segala sesuatu yang berbau Cina, termasuk bahasa. Padahal untuk bisa bersaing di tingkat Asia harus memperhitungkan kekuatan Cina yang menguasai peta perdagangan Asia. Rendahnya penguasaan bahasa Cina akibat upaya nasionalisme sempit di masa lalu akan semakin terasa di era globalisasi, terutama bagi penguasa keturunan Cina. Asisten Direktur Corporate Public Relation mengakui bahwa kunci utama dalam berbisnis adalah komunikasi. Eddy Prabowo Witanto juga mengakui hal ini dalam sebuah seminar bertajuk “Migrasi Orang Tionghoa dari Tiongkok ke Indonesia hingga Tahun 1945”. Menurut Eddy, peraturan pemerintah Orba sangat mengekang perkembangan kebudayaan Cina, sehingga membawa kerugian bagi bangsa Indonesia.

Unknown Unknown Kompas Media Nusantara Indonesian Petra Chronicle Newspaper clippings Unknown Kompas, 15 Februari 2002 UNIVERSITAS KRISTEN PETRA--CONGRESSES; CHINESE--MIGRATIONS; CHINESE--INDONESIA--POLITICS AND GOVERNMENT; CHINESE LANGUAGE

Files