Cart abandonment dipandang sebagai sebuah aksi sebagai hasil perilaku meninggalkan barang di keranjang belanja seluler tanpa menyelesaikan sesi pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh attribute conflict, self efficacy, interpersonal conflict, dan emotional ambivalence, time pressure, confuse by overchoice, dan perceived cost terhadap cart abandonment melalui hesitation at checkout di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan 250 responden di Indonesia. Data penelitian ini dianalisis menggunakan aplikasi software SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa attribute conflict dan self efficacy berpengaruh terhadap emotional ambivalence, interpersonal conflict tidak berpengaruh terhadap emotional ambivalence, emotional ambivalence berpengaruh terhadap cart abandonment, confuse by overchoice berpengaruh terhadap hesitation at checkout, time pressure dan perceived cost tidak berpengaruh terhadap hesitation at checkout, hesitation at checkout memediasi pengaruh emotional ambivalence terhadap cart abandonment, dan hesitation at checkout berpengaruh terhadap cart abandonment.