Siratkan pesan terbatasnya air lewat ilustrasi pohon dan semut

Seni menjadi salah satu media penyampaian pesan, entah kritik maupun masukan. Melalui seni, seniman bisa mengekspresi kan diri dengan bebas. Itulah yang dilakukan Anang Tri Wahyudi, dosen ilustrasi dan menggambar Prodi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kristen (UK) Petra daslam mengekspresikan keresahannya melalui karya ilustrasi "Dahaga". Dalam karyanya yang dipamerkan pada gelaran karya Reka-Taksu-Jenawa yang digelar Dharma Tirta Martha beberapa waktu yang lalu. Anang sapaan akrabnya mengilustrakan pohon, semut dan air hujan sebagai objek dalam penyampaian pesan. Karya Dahaga, dikatakan Anang sebagai bentuk kritikannya atas terbatasnya air yang saat ini melanda berbagai negara dibelahan dunia. "Karya ini merespon tema besar yang diberika panitia ,yakni memuliakan air. Bagaimana memaknai kondisi air bagi lingkungan penting untuk keberlangsungan hidup mahkluk hidup," terangnya, Selasa (18/10) kemarin.

Unknown Unknown Harian Bhirawa Indonesian Petra Chronicle Newspaper clippings Unknown Harian Bhirawa, 19 Oktober 2022 COLLEGE TEACHERS; UNIVERSITAS KRISTEN PETRA--EXHIBITIONS; ART AND DESIGN--EXHIBITIONS

Files