Berdasarkan data yang dilansir dari The Independent, rata-rata penggunaan masker sekali pakai sekitar 2,8 juta masker permenit. Hal ini karena merebaknya pandemi COVID-19 di seluruh dunia, sehingga masyarakat diwajibkan menggunakan masker. Untuk mengurangi limbah masker tersebut, Olivia Tantiono berinovasi membuat stool (tempat duduk multifungsi yang bisa menjadi meja) dan lampu dari masker bekas. “Data itulah yang semakin menguatkan niat saya untuk mengelola sampah masker minimal yang ada di rumah ataupun lingkungan tempat tinggal saya. Yang saya gunakan bukan termasuk kategori limbah masker di Fasyankes. Akan tetapi masker yang masuk kategori limbah domestik," kata Olivia, Kamis (15/9). "Awalnya saya mengumpulkan masker bekas pakai dari keluarga, teman dan lingkungan di sekitar tempat tinggal. Kemudian saya
mencuci masker bekas tersebut sesuai dengan arahan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait pedoman Kelola limbah masker masyarakat menggunakan cairan disinfektan," jelasnya.