Veronica Boni Pamudja, mahasiswi Visual Communication Design Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya bisa merubah ampas kopi menjadi pewarna alami baju. Menurutnya, alasan ia memilih ampas kopi berawal dari meningkatnya konsumsi kopi di Indonesia dan menjamurnya kedai-kedai kopi, sehingga membuat limbah ampas kopi kian mengalami peningkatan.
“Akibatnya terjadi penumpukan limbah di TPA (tempat pembuangan akhir) yang berakibat buruk seperti tanah semakin asam hingga meningkatkan laju pemanasan global. Maka dari itu melihat kenyataan ini akhirnya tertantang mengolah limbah ampas
kopi,” kata Boni. Mahasiswi asal Surakarta ini mampu menghasilkan tiga jenis pewarna alami yaitu dari ampas kopi saja, ampas kopi dengan campuran secang dan ampas kopi dengan campuran kunyit yang menghasilkan sebuah warna yang sangat unik.