Universitas Kristen (UK) Petra menerbitkan penelitian, yakni emanfaatan abu terbang atau fly ash sebagai bahan pengganti semen dalam proses pembuatan beton. Abu terbang tersebut didapat dari hasil sisa pembakaran batu bara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Kepala Lab Beton Fakultas Teknik Sipil (FTSP) UK Petra Prof Antoni mengatakan, setelah menda patkan abu terbang, pembuatan beton tak bisa langsung dilakukan. Dia menjelaskan, abu terbang tersebut masih memerlukan pengecekan kualitas dengan menggunakan komponen tertentu. "Biasanya kami cek secara fisika, cek dengan kimia dan kemu dian bisa tentukan mau memakai sampai berapa persen penggantiannya (semen)," ujarnya. Proses riset yang sudah berjalan, dilalukan dengan menghitung persentase penggunaan abu terbang, mulai dari kadar 10 persen, 20 persen hingga 100 persen.
"Jadi ketika kita sudah pakai 100 persen kita ada beberapa fly ash yang bisa kita manfaatkan sampai 100 persen," kata Anthoni kepada media, Rabu (9/3).