Gunawan Tanuwidjaja, dosen Program Studi Arsitektur UK Petra menjelaskan, fasilitas untuk difabel telah dibuka sejak tahun 2011. Hanya saja selama ini masih terbatas pada layanan pustakawan. Dukungan pelayanan bagi difabel juga diberikan oleh The United Board for Christian Higher Education in Asia (UBHEA). Layanan yang diberikan berupa pendampingan dalam mencari koleksi yang dibutuhkan para penyandang disabilitas. Layanan itu sekarang dilengkapi dengan adanya komputer dengan aplikasi suara. Sehingga pengguna tuna netra bisa mencari sendiri kebutuhannya. Selain itu aplikasi ini dapat membantu membacakan bacaan pada para penyandang disabilitas.