Kampanye hitam dan berita bohong akan terus mewarnai perjalanan Pemilihan Umum 2019. Kasus-kasus terus ditangani, bahkan pelaku dijerat dengan sanksi hukum cukup berat. Namun, kejahatan serupa akan terus ada sehingga penanganan dan pencegahan merupakan aksi tiada henti. Salah satunya dengan memunculkan narasi harapan melalui jurnalisme. Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra Ido Prijana Hadi mengatakan, kampanye hitam dan berita bohong membuat pembenaran balikan asumsi menjadi lebih dipercaya daripada kebenaran. Ini berkelindan dengan situasi bahwa informasi yang diproduksi mengedepankan kecepatan daripada verifikasi dan akurasi.