Analisa pengaruh kesiapan teknologi terhadap adopsi AI pada kalangan akuntan Indonesia dengan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM)
Tujuan – Penelitian ini menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) oleh akuntan dengan mengintegrasikan Technology Readiness Index (TRI) dan Technology Acceptance Model (TAM). Desain/Metodologi/Pendekatan – Hasil empiris diperoleh dari 300 karyawan di bidang keuangan atau akuntansi di seluruh Indonesia yang memiliki pengalaman kerja minimal dua tahun di perusahaan masing-masing. Data dikumpulkan menggunakan teknik purposive sampling melalui survei daring dan dianalisis menggunakan SmartPLS 4 dengan metode PLS-SEM. Reliabilitas diuji melalui Cronbach’s Alpha dan Composite Reliability, sedangkan validitas diuji menggunakan Average Variance Extracted (AVE) dan kriteria Fornell-Larcker, sehingga memastikan temuan yang kuat dan kredibel. Temuan atau Hasil yang Diharapkan – Temuan penelitian menunjukkan bahwa kesiapan teknologi berpengaruh signifikan terhadap Perceived Ease of Use dan Perceived Usefulness. Berbeda dengan penelitian sebelumnya, pengaruh kedua variabel tersebut terhadap Intensi Akuntan tergolong lemah namun tetap signifikan. Demikian pula, kesiapan teknologi menunjukkan pengaruh yang lemah tetapi signifikan terhadap Intensi Akuntan. Namun demikian, Intensi Akuntan tetap menjadi determinan yang kuat terhadap Adopsi AI di kalangan akuntan. Hasil ini menegaskan bahwa meskipun kesiapan teknologi membentuk persepsi, persepsi tersebut bukanlah pendorong utama niat penggunaan AI. Arah Penelitian Selanjutnya/Keterbatasan – Penelitian ini dilakukan di Indonesia sehingga generalisasi hasil ke wilayah dan budaya lain menjadi terbatas. Selain itu, penggunaan purposive sampling belum sepenuhnya merepresentasikan akuntan dengan tingkat aksesibilitas dan kesediaan partisipasi yang beragam, sehingga berpotensi menimbulkan bias, khususnya apabila responden memberikan jawaban yang bersifat socially desirable alih-alih mencerminkan persepsi yang sebenarnya. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji lebih lanjut faktor-faktor utama yang mendorong Intensi Akuntan Menggunakan AI guna memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai adopsi AI dalam sektor akuntansi di Indonesia. Orisinalitas/Nilai – Sepengetahuan penulis, penelitian ini merupakan salah satu studi awal yang mengeksplorasi kesiapan teknologi dan adopsi AI dalam profesi akuntansi dari perspektif profesional di seluruh Indonesia. Selain itu, penelitian ini menantang generalisasi Technology Acceptance Model (TAM) yang banyak ditemukan dalam studi sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan TAM hanya memiliki pengaruh marjinal terhadap niat adopsi AI di kalangan akuntan Indonesia. Temuan ini memberikan wawasan baru dalam konteks profesional.