Login
Login
Strategi respon komunikasi krisis Kementerian Keuangan melalui media sosial “X” dalam isu pemeriksaan Bea Cukai di bandara
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi krisis yang dilakukan oleh Yustinus Prastowo selaku Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis melalui akun X (Twitter) pribadinya dalam merespons isu yang berkembang terkait Bea Cukai. Penelitian ini menggunakan dengan pendekatan kualitatif analisis isi, dengan data berupa unggahan dan interaksi di akun X Yustinus Prastowo yang membahas isu-isu pelayanan dan kebijakan Bea Cukai. Data dianalisis dengan mengacu pada kategorisasi strategi komunikasi krisis dalam Situational Crisis Communication Theory (SCCT) serta konsep dynamic responsibility. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi krisis yang dibangun bersifat dinamis, di mana tanggung jawab tidak bersifat tetap tetapi dapat bergeser sesuai dengan konstruksi publik dan respon organisasi. Strategi komunikasi yang digunakan lebih banyak mengarah pada kategori non-konfrontatif, seperti denial, justification, ingratiation, corrective action, dan full apology, sementara kategori attack the accuser, excuse, dan victimization tidak ditemukan. Pemanfaatan media sosial dalam hal ini juga memperlihatkan praktik Government Public Relations (GPR) yang tercermin dalam fungsi representation, engagement, dan monitoring. Secara keseluruhan, strategi komunikasi ini dapat dinilai cukup efektif, meskipun masih menghadapi tantangan dalam memenuhi tuntutan publik terhadap respon yang cepat dan jelas.
Program Strategic Communication
Universitas Kristen Petra
2025
Indonesian
S1
Skripsi No. 10012019/KOM/2025; I Putu Poundra Lois Putra Witarsa (F11210014)
Similar collections by subject
Belajar di Humas
Not available
Nyasar tapi bangga
Not available
Close
Download QR code