Di tengah perkembangan zaman dan globalisasi ini, antusias kepada budaya dan aksara Tionghoa semakin menurun, disebabkan oleh faktor politik, sosial, dan budaya. Akibatnya keturunan Tionghoa di Indonesia yang tidak mengerti bahasa, budaya, dan adat asalnya yang sudah turun temurun, sehingga bagi gen-z, menjaga identitas diri menjadi sebuah tantangan. Perancangan clothing brand ini adalah suatu upaya untuk melestarikan aksara Tionghoa, dengan cara menggabungkan kaligrafi Tionghoa sebagai sebuah pattern brand pada pakaian yang trendy dan modern, serta melakukan berbagai kegiatan promosi pada sosial media agar disukai oleh gen-z. Perancangan Hèem ini dilakukan untuk menumbuhkan antusias masyarakat untuk berpartisipasi dalam pelestarian warisan dan aksara Tionghoa, serta membangun identitas yang kuat di masyarakat. Metode perancangan untuk mengumpulkan data didapat dari studi literatur, wawancara, survey preferensi masyarakat, observasi serta pendekatan S.W.O.T. Melalui perancangan clothing brand ini, diharapkan warisan budaya Tionghoa tetap terjaga dan meningkatkan pelestarian aksara Tionghoa.