Perancangan visualisasi video musik "in the darkest night" sebagai sarana pendekatan rohani anak muda
Generasi stroberi adalah generasi muda yang akrab dengan teknologi sejak dini namun memiliki ketahanan mental yang rendah, sehingga mudah stres akibat paparan informasi media sosial yang belum tentu akurat. Mereka cenderung mencari pelarian melalui "healing" yang kini dimaknai sebagai hiburan singkat seperti mendengarkan musik, meski liriknya sering berdampak negatif. Padahal, mendekatkan diri kepada Tuhan bisa menjadi bentuk healing yang lebih tepat, terutama bagi anak muda Kristen dan Katolik. Gereja pun mulai memanfaatkan media digital, salah satunya melalui video musik animasi 2D berbasis lagu rohani yang dinilai efektif menyampaikan pesan spiritual secara emosional dan relatable. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi, wawancara, dan survei, dan menemukan bahwa mahasiswa serta pekerja muda sangat membutuhkan healing karena tekanan rutinitas dan tanggung jawab. Sayangnya, kesadaran rohani sering muncul ketika mereka berada di titik terendah. Oleh karena itu, visualisasi dalam bentuk animasi 2D diharapkan dapat menjadi media reflektif yang kuat untuk menyentuh hati generasi muda dan membantu mereka menemukan makna hidup melalui pendekatan spiritual.