Analisis strategi brand minyak angin aromatherapy dalam menyikapi fenomena "remaja jompo"
Pandemi Covid-19 mendorong peningkatan penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, sehingga mempercepat terjadinya transformasi budaya digital. Perubahan ini turut memengaruhi gaya hidup dan kebiasaan generasi muda, yang kemudian menimbulkan berbagai keluhan fisik. Munculnya fenomena “remaja jompo” menjadi pemicu terjadinya perubahan tren konsumsi dan kebutuhan minyak angin aromatherapy, dari yang sebelumnya identik dengan segmentasi orang tua, kini juga diminati oleh kalangan muda. Dalam menyikapi fenomena ini, brand minyak angin aromatherapy dituntut untuk berinovasi agar tetap relevan di pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana brand minyak angin aromatherapy beradaptasi terhadap perubahan tren dan kebutuhan konsumen. Penelitian dilakukan dengan pendekatan mixed methods, yaitu menggabungkan penelitian kualitatif dan kuantitatif dalam bentuk komparatif. Pengumpulan data dilakukan dari observasi, wawancara, kuesioner terhadap 112 responden, dan studi literatur. Ketiga brand, yaitu FreshCare, Safe Care, dan Plossa akan dianalisis dan dikomparasikan dari marketing mix 4P nya untuk mengetahui strategi tiap brand dalam menyikapi fenomena “remaja jompo”. Temuan penelitian menunjukkan bahwa FreshCare, Safe Care, dan Plossa belum memiliki identitas brand yang kuat, sehingga konsumen masih bingung dalam membedakan tiap brand. Visualnya dapat dikenal, tapi tidak ada persepsi yang jelas dalam benak konsumen. Hasil penelitian ini berupa rekomendasi atau usulan bagi brand lain yang menargetkan segmen pasar serupa dalam menciptakan maupun mengembangkan strateginya.