Penerapan neo-vernakular pada perancangan interior Gedung Mambruk di Manokwari Papua Barat
Manokwari merupakan ibu kota Papua Barat, memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi melalui pembangunan infrastruktur. Salah satu langkah strategis adalah perancangan Gedung Mambruk sebagai gedung serbaguna yang tidak hanya fungsional, tetapi juga mencerminkan identitas budaya lokal. Perancangan ini menggunakan pendekatan Neo-Vernakular yang menggabungkan unsur modern dengan budaya tradisional Papua Barat. Elemen utama yang diangkat berasal dari filosofi Rumah Kaki Seribu dan Tari Tumbu Tanah dari Suku Arfak, yang merepresentasikan nilai kebersamaan, spiritualitas, dan keharmonisan dengan alam. Elemen budaya tersebut diterjemahkan ke dalam desain interior melalui penggunaan material lokal, pola tradisional, serta simbol-simbol khas yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat. Metode yang digunakan adalah design thinking, yang melibatkan tahapan understand, observe, point of view, ideate, dan prototype. Diharapkan desain Gedung Mambruk dapat menjadi ruang modern yang kontekstual dan berkarakter, sekaligus memperkuat identitas budaya Manokwari serta berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan di Papua Barat.