Survey persepsi dan konsultan Surabaya tentang kondisi optimal penerapan prefabrication construction
Prefabrication construction merupakan metode konstruksi yang semakin mendapat perhatian karena keunggulannya dalam efisiensi waktu, pengurangan limbah, dan peningkatan mutu produk. Berbagai studi kasus internasional menunjukkan keberhasilan metode ini dalam mempercepat proyek dan meningkatkan standar kualitas konstruksi. Namun, implementasinya di Indonesia, khususnya di Surabaya, masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur fabrikasi, kurangnya tenaga kerja terampil, tingginya biaya investasi awal, serta lemahnya dukungan regulasi dan pemahaman pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi kontraktor dan konsultan terhadap kondisi optimal serta faktor-faktor yang paling memengaruhi keberhasilan penerapan prefabrication construction di Surabaya. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif deskriptif dengan penyebaran kuesioner kepada 31 responden. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, serta evaluasi rata-rata untuk setiap kelompok faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekonomi dan finansial menempati peringkat tertinggi sebagai faktor yang paling berpengaruh, diikuti oleh faktor teknis dan sumber daya. Sebaliknya, faktor regulasi serta lingkungan dan keberlanjutan dipersepsikan kurang mendukung penerapan prefabrikasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan implementasi prefabrication construction tidak hanya bergantung pada kesiapan teknis, tetapi juga memerlukan dukungan kebijakan, pelatihan tenaga kerja, dan peningkatan pemahaman pasar secara menyeluruh.