Pelaksanaan proyek konstruksi sangat rentan terhadap kecurangan dan korupsi, sehingga diperlukan perhatian serius berupa analisis yang menyeluruh untuk mengidentifikasi akar permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan membantu manajemen puncak dalam mengenali akar penyebab kecurangan di lokasi proyek serta merumuskan tindakan korektif yang tepat. Data penelitian diperoleh dari dokumentasi proyek salah satu perusahaan konstruksi di Makassar, berupa foto, tangkapan layar, dan tabel perhitungan. Proses analisis meliputi identifikasi objek dan potensi masalah, analisis akar penyebab berdasarkan segitiga kecurangan, serta penentuan tindakan korektif. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas penyebab kecurangan terkait dengan peluang dan tekanan, sedangkan sebagian lain terkait peluang dan rasionalisasi. Faktor utama yang mendasari adalah lemahnya pengawasan. Tindakan korektif yang diusulkan meliputi pembentukan grup komunikasi digital antara pimpinan dan staf, serta penggunaan smartphone dengan teknologi pencatatan waktu dan tanggal pada foto.