Pala siau merupakan pala yang berasal dari pulau Siau di Sulawesi Utara berjenis Myristica Fragrans Houtt yang memiliki kadar minyak atsiri yang tinggi hingga 14-16%, menyebabkan aromanya yang lebih tajam, kuat, tahan lama dan lebih kaya rasa dengan sedikit sensasi pedas. Pala siau telah mendapat sertifikat indikasi geografis (SIG), yaitu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang yang karena faktor lingkungan geografis memberikan ciri dan kualitas tertentu. Namun pada tahun 2023, harga Pala Siau mengalami penurunan signifikan akibat imbas hukum pasar. Maka dari itu bapak Ronal ingin membuat brand yang dinamakan Masadada untuk meningkatkan nilai jual. Penulis membantu merancang strategi branding untuk Masadada. Penulis menggunakan metode analisis STP, SWOT, dan kompetitor untuk membantu menentukan target audiens dan diferensiasi. Hasil akhir dari perancangan ini Masadada memiliki brand identity yang baru, menentukan brand positioning, melakukan brand awareness dengan membuat media sosial.