Sekolah menengah internasional merupakan fasilitas pendidikan yang tidak hanya menyediakan ruang belajar formal, tetapi juga ruang-ruang interaksi yang mendukung perkembangan karakter, kreativitas, dan kesehatan peserta didik. Permasalahan yang diangkat dalam perancangan ini adalah belum adanya fasilitas pendidikan jenjang SMP dan SMA di Jember yang menerapkan kurikulum internasional dengan konsep ruang belajar terbuka, fleksibel, dan responsif terhadap iklim tropis. Selain itu, perancangan ini juga menjawab kebutuhan akan lingkungan belajar yang sesuai dengan karakter generasi Z yang dinamis, digital-native, dan menyukai ruang interaksi informal yang nyaman. Lingkup perancangan mencakup kawasan sekolah lengkap dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, aula, ruang guru, ruang OSIS, serta area terbuka hijau. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, analisis tapak, survei lapangan, dan pendekatan desain berbasis karakteristik pengguna, iklim tropis, serta kebutuhan aktivitas belajar masa kini. Hasil perancangan menghadirkan kawasan sekolah yang terbagi dalam beberapa zona, yaitu zona publik, semi-publik, dan privat, dengan pengaturan sirkulasi kendaraan dan pejalan kaki yang aman dan nyaman. Bangunan dirancang dengan konsep ventilasi silang, pencahayaan alami, penggunaan material lokal ramah lingkungan, serta ruang-ruang modular yang fleksibel. Pola massa bangunan disusun agar mampu beradaptasi dengan berbagai aktivitas pendidikan di masa depan sekaligus memberikan suasana belajar yang akrab dan sesuai dengan gaya hidup Gen Z. Diharapkan, perancangan ini dapat menjadi referensi pengembangan fasilitas pendidikan di daerah serta memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar.