Generasi muda saat ini kerap mengonsumsi gula berlebih, terutama dari minuman manis yang dapat meningkatkan risiko obesitas, hipertensi, dan diabetes tipe 2, meskipun target audiens sendiri telah memilih opsi rendah gula. Dimana pilihan rendah gula tersebut kerap mengandung kadar gula yang tinggi menurut standar BPOM. Penelitian ini bertujuan untuk merancang media visual edukatif mengenai kandungan gula dalam memberikan pemahaman kontekstual melalui pendekatan visual berbasis aktivitas fisik ringan. Metode perancangan menggunakan pendekatan desain strategis, teori semiotika visual, dan studi visualisasi data gizi. Perancangan ini diterapkan dalam bentuk media visual papan informasi di kedai minuman manis dengan elemen visual yang menghubungkan kandungan gula minuman dengan estimasi aktivitas fisik ringan. Hasil menunjukkan bahwa media visualisasi gabungan informasi gizi dengan aktivitas gerak di publik mampu memberikan pesan komunikasi visual yang efektif dengan memberikan pemahamanan kepada audiens secara menarik dan aplikatif. Desain media tersebut menjadi solusi untuk meningkatkan kesadaran audiens mengenai kandungan gula dalam minuman yang dikonsumsi.