Emisi karbon dioksida (CO2) mencakup sebagian besar emisi gas rumah kaca. Bahan bakar alternatif seperti amonia (NH3) telah menjadi prospek yang menjanjikan untuk mengatasi masalah ini. Struktur molekul amonia yang bebas karbon, kemudahan transportasi, dan kepadatan energi yang tinggi merupakan beberapa dari alasannya. Namun, amonia menimbulkan beberapa tantangan karena sulit terbakar yang disebabkan oleh suhu pembakaran yang tinggi dan karakteristik pembakaran yang lambat. Penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki proses pembakaran amonia/etanol menggunakan mesin spark-assisted combustion ignition yang dilengkapi dengan sebuah sub-chamber. Kecepatan putaran mesin diatur di rata-rata 1000 rpm dengan rasio kompresi 17,7. Berbagai rasio energi amonia sebesar 40%, 50%, dan 60% digunakan selama percobaan. Hasilnya menunjukkan bahwa rasio energi amonia yang lebih rendah meningkatkan tekanan dalam silinder dan laju pelepasan panas serta efisiensi pembakaran dan efisiensi termal yang lebih baik. Di sisi lain, perubahan rasio energi amonia bukanlah faktor pendorong yang memengaruhi durasi pembakaran campuran tersebut. Rasio energi amonia yang lebih tinggi mengakibatkan peningkatan jumlah emisi NOx; namun, penggunaan rasio energi amonia tertinggi menyebabkan penurunan emisi NOx karena adanya proses yang disebut DeNOx.