Perkembangan sensori sangat penting untuk membantu anak mengenali dunia sekitarnya. Stimulasi sensori perlu dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan untuk mendukung perkembangan anak. Namun, kenyataannya masih ada beberapa anak usia 3-4 tahun yang mengalami keterbatasan input sensori, sehingga menghambat proses pertumbuhan dan menimbulkan berbagai masalah sensori anak dalam aktivitas sehari-hari. Penggunaan media pembelajaran dapat menjadi solusi dalam memberikan stimulasi sensori pada anak, maka itu peneliti menggunakan Meja Sensori PAUD (MESENSOPA) sebagai media untuk menstimulasi sensori anak usia 3-4 tahun, dengan tujuan penelitian untuk mendeskripsikan penerapan penggunaan Meja Sensori untuk menstimulasi sensori anak usia 3-4 tahun di Petra Blessings Child Care. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode eksperimen menggunakan teknik observasi dan wawancara. Subjek penelitian melibatkan satu guru dan dua anak usia 3-4 tahun sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan tiga tahap dalam memberikan stimulasi sensori menggunakan meja sensori, yaitu: persiapan guru dalam mempersiapkan meja sensori dan material yang digunakan, pelaksanaan kegiatan meliputi pendahuluan dan aktivitas inti, dan pencatatan guru berdasarkan hasil observasi. Peneliti melihat bahwa stimulasi sensori tidak bisa terjadi secara alami tanpa peran dari orang tua maupun guru, karena itu pentingnya peran aktif dari orang tua dan guru dalam memberikan pengalaman sensori yang bervariasi sesuai dengan tahap perkembangan anak. Kata kunci: anak, meja sensori, stimulasi sensori