Business Logistics Competition Shipping (BLC Shipping) merupakan salah satu babak dari kompetisi simulasi logistik kontainer yang diselenggarakan oleh Laboratorium Logistics Jurusan Teknik Industri di Universitas Kristen Petra. Saat ini, BLC menggunakan sistem manual dengan alat fisik berupa minatur kapal, balok kontainer, dan sales call dalam bentuk kertas kecil. Keterbatasan alat kapal yang hanya berjumlah empat mengharuskan simulasi hanya dapat dilakukan sekali dalam suatu saat, padahal jumlah grup yang berpartisipasi dalam babak ini mencapai 16 grup. Pencatatan data pada aplikasi Google Spreadsheet masih dilakukan secara manual oleh peserta dan memerlukan pemeriksaan ulang dari peserta dan panitia berulang kali. Sistem manual ini berpotensi menimbulkan kesalahan input data, perhitungan revenue, dan penyusunan kontainer, serta membutuhkan waktu dan sumber daya yang lebih banyak. Selain itu, akibat dari sistem manual ini, panitia belum mampu menyusun distribusi sales calls yang merata antar grup peserta. Tugas akhir ini mengembangkan aplikasi web untuk menggantikan sistem manual tersebut dengan menggunakan React.js untuk front-end, Laravel 10 untuk back-end dan API, Socket.IO untuk komunikasi real-time, MySQL untuk database, dan Redis untuk implementasi caching. Aplikasi web dibangun dengan pendekatan gamifikasi yang mencakup fitur simulation room, perhitungan revenue, manajemen kontainer dengan drag and drop, dan pembuatan sales call. Pengembangan aplikasi ini dilakukan melalui tahapan studi literatur, analisis kebutuhan sistem, desain sistem, serta pengujian dan perbaikan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem aplikasi web berhasil menggantikan sistem manual dengan mengotomatisasi proses-proses kompleks dan memungkinkan beberapa simulasi dilaksanakan secara bersamaan. Pengujian kepada panitia dengan User Acceptance Testing menunjukkan tingkat keberhasilan 100% untuk 28 dari 33 skenario. Pendekatan gamifikasi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta tentang stowage plan, dengan hasil post-test peserta menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 57.78 menjadi 80.56 (kenaikan 39.4%). Pengujian load testing yang dilakukan dengan 50 dan 100 concurrent users membuktikan ketahanan aplikasi server dalam menangani request dari banyak pengguna.