Analisa dampak tekanan vakum pada efisiensi pemanasan air tenaga surya dalam sistem pipa vakum

Pemanfaatan energi surya untuk pemanasan air terus menghadapi tantangan utama terkait efisiensi konversi energi surya menjadi energi termal. Salah satu pendekatan untuk meningkatkan efisiensi adalah dengan menggunakan sistem pipa vakum yang mampu mengurangi kehilangan panas akibat konduksi dan konveksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak variasi tekanan vakum terhadap efisiensi pemanasan air menggunakan eksperimen pada tekanan 300 mmHg dan 500 mmHg, serta simulasi numerik pada tekanan antara 200 mmHg hingga 600 mmHg dengan penambahan setiap 100 mmHg. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa tekanan vakum yang lebih tinggi (500 mmHg) menghasilkan efisiensi pemanasan air yang lebih tinggi dibandingkan tekanan yang lebih rendah (300 mmHg). Hal ini disebabkan oleh tekanan dalam pipa yang lebih rendah menciptakan kondisi isolasi termal yang lebih baik karena dapat mengurangi kehilangan panas ke lingkungan. Simulasi numerik menggunakan perangkat lunak COMSOL Multiphysics memperlihatkan pola serupa, di mana tekanan vakum yang lebih tinggi (tekanan lebih rendah di dalam pipa) secara konsisten meningkatkan efisiensi pemanasan air dalam rentang tekanan 200 mmHg hingga 600 mmHg, sehingga menguatkan validitas hasil eksperimen.

TIMOTHY Ekadewi Anggraini Handoyo (Advisor 1); Amelia (Advisor 2); Sutrisno S.T.,M.T. (Examination Committee 1) Universitas Kristen Petra Indonesian Digital Theses Undergraduate Thesis Skripsi/Undergraduate Thesis Skripsi No. 02011568/MES/2025; Timothy (C12200056) SOLAR THERMAL ENERGY; VACUUM--PROBLEMS, EXERCISES, ETC.; SOLAR WATER HEATERS--TESTING; COMSOL MULTIPHYSICS

Files