Desa Rejosari yang terletak di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, salah satunya adalah jahe. Jahe dikenal sebagai bahan utama dalam pembuatan minuman tradisional dengan manfaat kesehatan yang tinggi. Namun, meskipun produksi jahe di desa ini cukup besar, proses pengolahannya, terutama pada tahap pengeringan, masih menghadapi beberapa kendala signifikan. Metode pengeringan tradisional dengan menjemur jahe di ruang terbuka membutuhkan waktu yang lama serta rentan terhadap kontaminasi debu dan serangga. Kendala ini menyebabkan kualitas produk menurun dan banyaknya hasil panen yang tidak layak pakai. Oleh karena itu, diperlukan sistem pengeringan yang lebih cepat, dan higienis untuk meningkatkan hasil produksi. Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, dirancang sebuah Greenhouse dengan sistem rak berputar yang menggunakan tenaga matahari. Greenhouse ini dibangun di atas lahan seluas 40 m² dengan ukuran 2,4 m × 2,4 m × 2 m, menggunakan rangka dari besi galvalum dan dinding serta atap dari plastik Polycarbonate. Exhaust fan digunakan untuk menjaga sirkulasi udara di dalam Greenhouse, dan sumber energi Exhaust fan berasal dari solar panel berkapasitas daya 30 Watt dan tegangan 18 Volt dengan ukuran panel 700 mm × 420 mm. Atap Greenhouse dirancang berbentuk parabola untuk memaksimalkan penyerapan sinar matahari sehingga menghasilkan suhu yang merata di dalam ruang pengering. Rak berputar di dalam Greenhouse dirancang agar proses pengeringan berlangsung lebih baik dan higienis. Rak ini terdiri dari 8 tray berukuran 500 mm × 900 mm yang masing-masing mampu menampung hingga 2 kg jahe. Rak dapat diputar secara manual dan dilengkapi dengan sistem stopper untuk mempermudah proses pengisian serta pengambilan jahe. Berdasarkan hasil perhitungan, kebutuhan aliran udara dalam Greenhouse adalah sebesar 064,8 m^3/jam, sedangkan Exhaust fan yang dipasang memiliki kapasitas aliran udara sebesar 11,2 m³/jam dengan daya 8 Watt. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pengeringan jahe dengan sistem ini mampu menurunkan kadar air hingga di bawah 10% dan mempersingkat waktu pengeringan dari 8–10 hari pada metode tradisional menjadi hanya 5 hari.