Perancangan ulang interior Uluwatu Family House di Bali dengan pendekatan falsafah Tri Hita Karana
Tri Hita Karana merupakan konsep yang diterapkan pada bangunan tradisional Bali yang menghadirkan pola Tri Mandala (tiga unsur kebahagiaan). Konsep ini mulai mengalami penurunan dalam implementasinya di arsitektur bangunan di Bali akibat adanya pengaruh masuknya budaya asing yang dibawa masuk oleh masyarakat asing di pulau Bali. Perancangan ulang interior rumah tinggal Uluwatu Family House di Bali ingin menerapkan konsep Tri Hita Karana karena adanya pengaruh globalisasi yang mempengaruhi tingkah laku manusia yang mulai melupakan hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungannya. Penyesuaian konsep Tri Hita Karana dengan unsur globalisasi dalam perencanaan rumah tinggal juga disebabkan arena adanya faktor dari Teori Perubahan Sosial yakni perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, faktor kependudukan, dan faktor ekologi dan lingkungan hidup. Maka dari itu, meskipun ada perubahan pada tingkah laku sosial yang disebabkan oleh faktor-faktor yang ada, namun untuk bangunan di Bali tetap harus menunjukkan identitas dan jati dirinya dengan mewujudkan ruang sebagai wadah aktivitas di Bali yang mampu memberikan kontribusi dan dapat memberikan kesejahteraan dan kebahagiaan manusia.