Fasilitas Janapada di Surabaya

Modernisasi dan fenomena individualisme di Indonesia bagi masyarakat menyebabkan beberapa dampak negatif, salah satunya adalah peningkatan tingkat stres khususnya pada kalangan remaja di kota-kota besar, salah satunya Surabaya. Perancangan fasilitas janapada adalah salah satu cara merespon kebutuhan rekreasi masyarakat, yang mewadahi kegiatan umum berupa olahraga, seni, gather space, co-work space, dan nature. Pendekatan perancangan menggunakan teori arsitektur dari Tadao Ando, yaitu “Self Enclosed Modernity”, di mana menurut Tadao Ando, sebuah karya bangunan arsitektur yang baik harus memiliki 9 poin dasar yang juga merespon kebutuhan penghuni dan pengguna. Dalam perancangan fasilitas ini, teori Tadao Ando berperan dalam membantu menentukan elemen-elemen design yang digunakan untuk merespon kebutuhan akan ruang yang berbeda-beda di tiap aktivitasnya, juga hubungan pengguna dan bangunan, serta faktor alam dan lingkungan pada bangunan.

JUAN MATTHEW MANUEL PRAYOGO Ir. Markus Ignatio Aditjipto, M.Arch. (Advisor 1); Ir. V.P. Nugroho Susilo, M.Bdg.Sc. (Advisor 2); Wanda Widigdo Canadarma (Advisor 3); Ir. Handinoto, M.T. (Examination Committee 1); Ir. Bisatya Widadya Maer, M.T. (Examination Committee 2); Altrerosje Asri, S.T., M.T. (Examination Committee 3) Universitas Kristen Petra Indonesian Digital Theses Undergraduate Thesis Laporan Perancangan Arsitektur Laporan Perancangan Arsitektur No. 00024408/ARS/2022; Juan Matthew Manuel Prayogo (B12180110) CLUBHOUSES-DESIGNS AND PLANS; RECREATION CENTERS--DESIGNS AND PLANS

Files