Perancangan set furniture dengan inspirasi canting cap kayu dan batik pagi sore

Popularitas batik, di Indonesia, terutama pulau jawa, mulai berkurang. Meski batik masih cukup populer di antara orang dewasa, generasi muda tidak menunjukkan ketertarikan terhadap batik. Ketertarikan yang rendah ini dapat memunculkan masalah baru ke depannya, berupa: turunnya popularitas batik, turunnya populasi pengrajin batik, yang akan berakibat terhadap keberlangsungan budaya batik. Hal-hal tersebut terjadi dikarenakan aplikasi batik, yang tradisional dan tidak berganti sepanjang ini. Aplikasi batik modern dapat ditemukan pada beberapa hal, contohnya fashion. Meski demikian, aplikasi batik pada fashion tersebut masih kurang dapat menarik konsumen generasi muda. Untuk bidang lain, sebagai contoh furniture dan kerajinan tangan. Aplikasi batik masih cenderung tradisional. Dengan selera generasi muda yang lebih cenderung ke benda-benda yang modern, batik dan kerajinan tangan yang tradisional, mulai kurang popularitasnya. Dengan menggunakan design thinking, kita berusaha mengaplikasikan batik dengan lebih modern, untuk meningkatkan minat generasi muda.

TAN WILLIAM DARMAWAN TANTORO Yusita Kusumarini (Advisor 1); Dr. Laksmi Kusuma Wardani, S.Sn., M.Ds. (Examination Committee 1) Universitas Kristen Petra Indonesian Digital Theses Undergraduate Thesis Perancangan Interior Perancangan Interior No. 00021993/DIN/2021; Tan William Darmawan Tantoro (41416084) BATIK--INDONESIA; INTERIOR DECORATION

Files