Login
Login
Kisah dua guru SM3T di pelosok NTT: mengajar di dusun tanpa listrik, sinyal HP dan medan berlumpur
Guru dari program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T), Verradina dan Rifqy Adli melakukan modifikasi pelajaran untuk proses belajar mengajar yang cukup terkendala dengan fasilitas dan media pembelajaran. Tinngal di daerah yang minim penerangan dan air bersih, bagi Rifqy adalah situasi yang berat. Adanya solarcell dari program Community Outreach Program (COP) Universitas Kristen Petra Surabaya cukup membantu. Meski hanya tiga titik lampu berukuran 5 watt, murid-murid masih bisa belajar saat malam.
Not available
Not available
Unit Perpustakaan
LKBN ANTARA Biro Provinsi Utama Jawa Timur
2015
Indonesian
Clippings
Not available
www.beritajatim.com, 24 Januari 2015
Similar collections by subject
Close
Download QR code