Login
Login
Studi pengembangan dan analisa biaya pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH), daya 27 KW di Desa Karangsuko, Malang
Di Desa Karangsuko terdapat 4 sumber air yang besar dan terhubung ke
sungai Brantas sehingga sangat berpotensi untuk dibangun pembangkit listrik
tenaga mikrohidro. Salah satu sumber air tersebut bernama sumber air Maron. Di
sumber air Maron terdapat pembangkit listrik tenaga mikrohidro yang berfungsi
untuk memberi suplai listrik pompa air.
Studi pengembangan dan analisa ini dilakukan dengan cara mempelajari
pembangkit listrik tenaga mikrohidro yang sudah ada lalu dikembangkan dengan
perhitungan guna direncanakan pembangkit listrik yang baru. Data-data yang
diperlukan untuk merancang adalah head dan debit air. Nilai Head didapat dari
pengukuran dengan menggunakan tape measurer dan laser distance measurers.
Nilai debit air didapat dari pengukuran dengan menggunakan metode crosssection
dan alat ukur stopwatch.
Desa Karangsuko memiliki debit air sungai sebesar 1,43 m3/s yang
berpotensi menghasilkan listrik sebesar 36 kW. Pada penelitian ini dilakukan
perencanaan PLTMH berkapasitas ±13 kW. Debit air rancangan PLTMH tersebut
adalah 0,5 m3/s dengan head sebesar 4,1 m. Biaya pembangunan PLTMH ini akan
mencapai Break Even Point (BEP) pada tahun ke 6.
Program Studi Teknik Elektro
Universitas Kristen Petra
2018
Indonesian
S1
Skripsi No. 01010652/ELK/2018; Albert Richardo Bing (23414008)
Similar collections by subject
Close
Download QR code