Karena politik dianggap investasi

Pengamat politik Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya, Gatut Priyowidodo menyebut fenomena yang terjadi pada beberapa mantan calon kepala daerah yang gagal dan lantas melakukan perbuatan nekat sebagai frustasi politik. Fenomena ini menggejala lantaran tidak adanya kalkulasi yang matang pada seseorang sebelum maju sebagai calon dalam pilkada. Menurut Kepala Pusat Pengkajian Komunikasi Politik Fakultas Ilmu Komunikasi UK Petra ini, politik pada awalnya merupakan alat perjuangan untuk mencapai kekuasaan. Namun dalam perkembangannya, orang memahaminya sebagai investasi. Celakanya, pandangan yang demikian tidak dibarengi dengan persiapan yang matang. Lebih jauh, Gatut menguraikan, kesalahan utama dalam kasus seperti ini karen apartai politik gagal melakukan kaderisasi. Mereka gagal mereproduksi kader yang kredibel. Sistem kepartaian di Indonesia saat ini, memang tidak mudah meminimalisiasi terjadinya frustasi poltik. Negara-negara dengan system kepartaian yang lebih sedikit, lebih diuntungkan karena memiliki resiko lebih kecil.

Unknown Unknown Antar Surya Jaya Indonesian Petra Chronicle Newspaper clippings Unknown Surya, 05 Agustus 2008 INVESTMENT; POLITICAL

Files