Doellah, H. SantosaUnknown
Danar Hadi (Surabaya, 2002) (ind) Indonesian9799717302UnknownUnknownBATIK--INDONESIA--HISTORY;BATIK;UnknownH. Santosa Doellah, lahir di Surakarta pada tahun 1941. Pendidikan terakhir diperolehnya di Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran. Pengetahuannya yang luas mengenai batik didapat sejak usia muda saat diasuh oleh kakeknya, R.H.S. Wongsodinomo, seorang pengusaha dan pedagang batik terkenal di Surakarta, yang juga salah seorang perintis pendirian organisasi Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI). Namun darah pengusaha batik diwarisi juga dari kakek buyutnya, H. Bakri yang lahir pada tahun 1870 dan sudah menjadi pengusaha batik sejak umur 20 tahun. PT Batik Danar Hadi yang dibangunnya sejak tahun 1967 tumbuh menjadi perusahaan terkemuka dan bahkan dianggap sebagai lambang dunia perbatikan nasional. Kini perusahaan batik tersebut berkembang menjadi industri batik terpadu, dari hulu ke hilir, mulai dari pemintalan benang sampai dengan industri garment.
Ndalem Wuryaningratan, yang merupakan salah satu bangunan kuna di Surakarta, dipugar dan dipercantik sesuai dengan aslinya. Di salah satu sudut ndalem inilah Galeri Batik Kuno Danar Hadi menggelar koleksi pribadinya, batik-batik indah dari segala zaman dan jenis. Galeri tersebut dibuka oleh Ibu Megawati Soekarnoputri-yang ketika itu masih menjabat Wakil Presiden Republik Indonesia-pada tanggal 20 Oktober 2000. Jerih payah dan usahanya yang tak kenal lelah dalam pelestarian dan kepedulian terhadap budaya bangsa menghasilkan penghargaan Upakarti dari pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1985 dan IAI Award dari Ikatan Arsitektur Indonesia pada tahun 2000.
Pengetahuan dan pengalamannya yang luas mengenai batik dari sejarah, pola, pembatikan, serta filosofi batik dituangkannya ke dalam buku Batik, Pengaruh Zaman dan Lingkungan dan diharapkan mendukung usahanya melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Jawa, terutama seni batik.