Mahasiswa UKP buat styrofoam ramah lingkungan dari kulit jeruk
Mahasiswa Desain Interior Universitas Kristen Petra (UKP) Surabaya Michelli Wirahadi menunjukkan styrofoam ramah lingkungan berbahan limbah kulit jeruk di kampus UK Petra Surabaya. Alasan membuat styrofoam dari limbah kulit jeruk adalah karena selama ini styrofoam dianggap sebagai sampah abadi karena tak bisa terurai di alam. Kulit jeruk mempunyai senyawa yang bernama limonel yang membantu styrofoam terurai di alam. Produk yang dihasilkan oleh Michelli ini berupa tiga buah panel partisi dengan ukuran 0,8 meter x 1,8 meter. Bahan baku yang dihasilkan dari eksperimen ini sifatnya ringan, memiliki sifat transparan, mudah dipotong, fleksibilitas yang baik dan cukup kaku.