Presiden Prabowo Subianto dalam beberapa waktu terakhir menyampaikan sejumlah arahan kepada kepala daerah, salah satunya terkait program gentengisasi. Presiden menyoroti masih banyaknya rumah, khususnya di kawasan pedesaan, yang menggunakan atap seng. Menurut Prabowo, kondisi tersebut perlu diubah dengan mendorong penggunaan genteng sebagai atap rumah di seluruh wilayah Indonesia. Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng., dosen Teknik Sipil Universitas Kristen Petra, menilai bahwa bobot genteng perlu menjadi pertimbangan utama dalam konteks ketahanan gempa. “Berat penutup atap genteng, apalagi genteng beton, secara umum jauh lebih besar dibanding berat penutup atap lainnya, terutama yang terbuat dari lembaran metal, berkisar antara 5-10 kali,” ujar dosen yang biasa disapa Djwantoro. “Makin besar berat atau massanya, berbanding lurus dengan besarnya beban gempa yang dialami,” ujarnya.