Saat hujan deras mengguyur dan air perlahan menggenangi jalan maupun gang-gang sempit di Kota Surabaya, warga di sebagian wilayah kota itu tak lagi terkejut. Musim penghujan datang seperti siklus yang sudah akrab mulai waspada, bersiap, lalu saling membantu. Bagi Prof. Ir. Lilianny S. Arifin, M.Sc., PhD, dosen Arsitektur di Universitas Kristen Petra, Surabaya, rangkaian peristiwa itu bukan sekadar data kebencanaan beliau melihatnya sebagai realitas yang harus dipelajari dan dikelola secara cerdas. “Bencana adalah bagian dari keseharian yang mesti dipelajari, dikelola, dan diantisipasi, bukan ditakuti,” kata dosen yang biasa disapa Lilianny tersebut.