Kesehatan mental merupakan isu sedang hangat di tengah masyarakat modern Indonesia. Distorsi kognitif merupakan salah satu dari masalah kesehatan mental yang sering dianggap wajar oleh masyarakat, padahal sangat mempengaruhi cara berpikir mereka terhadap suatu masalah. Penelitian ini bertujuan agar masyarakat lebih memahami gejala, dampak, dan cara mengatasi distorsi kognitif dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan cerita pendek, diyakini pembaca akan lebih mudah memahami distorsi kognitif, serta berempati terhadap orang-orang yang mengalaminya. Penulis juga menggunakan teori Ten Forms of Twisted Thinking, yaitu bentuk-bentuk distorsi kognitif yang ada dalam diri manusia, serta The Daily Mood Log yang berfokus pada proses atau cara merekonstruksi pikiran negatif agar lebih sehat dan adaptif. Dua teori tersebut akan mendukung saya dalam menulis tiga cerita pendek yang berjudul Hari Baik Untuk Mati, Karyawan Teladan, dan Mimpi Indah. Masing-masing cerita pendek memiliki karakter utama yang berbeda dari segi usia, latar belakang, dan konflik yang sedang dialami, namun ketiganya sama-sama mengidap distorsi kognitif.