Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi resistance to adopt QRIS pada UMK di Surabaya

Perkembangan sistem pembayaran digital memicu pertumbuhan penggunaan QRIS, namun tingkat adopsinya oleh UMK di Surabaya masih belum merata akibat resistensi teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan resistance to adopt QRIS melalui lima variabel independen, yaitu perceived lack of usefulness, perceived difficulty of use, resources factor, technology anxiety, dan social influence factor, serta menguji peran mediasi perceived lack of usefulness. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis PLS-SEM pada responden non-adopter, hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived lack of usefulness dan social influence factor berpengaruh signifikan terhadap resistensi. Sementara itu, perceived difficulty of use, resources factor, dan technology anxiety tidak memiliki pengaruh signifikan. Studi ini juga mengonfirmasi bahwa perceived lack of usefulness memediasi hubungan antara social influence factor dan resistance to adopt. Temuan ini mengindikasikan bahwa resistensi UMK lebih didasari oleh persepsi minimnya nilai kegunaan dan pengaruh lingkungan sosial daripada hambatan teknis, sehingga strategi adopsi disarankan berfokus pada peningkatan literasi manfaat dan komunikasi sosial.

DAVID LIMANTA Dhyah Harjanti (Advisor 1); Dr. Ir. Hotlan Siagian MSc. (Examination Committee 1); Wilma Laura Sahetapy (Examination Committee 2) Universitas Kristen Petra Indonesian Digital Theses Undergraduate Thesis Skripsi/Undergraduate Thesis Skripsi No. 31013033/MAN/2026; David Limanta (D11220250) DIFFUSION OF INNOVATIONS; ELECTRONIC FUNDS TRANSFERS--COMPUTER PROGRAMS; CONSUMER BEHAVIOR; SMALL BUSINESS--TECHNOLOGICAL INNOVATIONS

Files