Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode studi kasus untuk mendeskripsikan praktik manajemen pengetahuan dalam bisnis keluarga Pesona di Ngabang yang sedang pada tahap keberlanjutan melalui transisi suksesi dari generasi pendiri ke penerus. Penelitian ini mengacu pada manajemen pengetahuan mencakup empat aktivitas utama, yaitu knowledge creation, knowledge sharing, knowledge protection, dan knowledge discarding. Hasil penelitian menunjukkan manajemen pengetahuan berlangsung secara human-centered dan informal. Penciptaan pengetahuan didominasi oleh pengetahuan tacit yang diperoleh melalui learning by doing, observasi, dan pendampingan langsung, sementara proses eksternalisasi dalam dokumentasi formal masih terbatas. Berbagi pengetahuan terjadi melalui interaksi sosial dan berbasis relasi kekeluargaan. Perlindungan pengetahuan dilakukan secara implisit pada pembatasan akses terhadap informasi penting dan inovasi, sedangkan pembuangan pengetahuan berlangsung secara adaptif melalui penggantian praktik kerja lama dengan teknologi digital dan pemanfaatan AI. Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan pengetahuan berbasis relasi sosial dan budaya kekeluargaan menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan bisnis keluarga Pesona.