QRIS merupakan standar pembayaran digital nasional yang dikembangkan Bank Indonesia. Interactive sebagai salah satu penyedia layanan QRIS menawarkan fitur aplikasi kasir, namun tingkat pemanfaatannya masih sangat rendah, yaitu hanya 1,2% dari 34.665 pengguna. Kondisi ini menunjukkan perlunya pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya penggunaan fitur tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use terhadap Intention to Use aplikasi kasir Interactive QRIS dengan menggunakan teori TAM. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan melibatkan 114 responden melalui kuesioner yang dibagikan melalui WhatsApp, dan data dianalisis menggunakan PLS-SEM melalui SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perceived Usefulness berpengaruh sangat signifikan terhadap Perceived Ease of Use (koefisien 0,939; t-statistic 40,040). Selain itu, Perceived Usefulness berpengaruh signifikan terhadap Intention to Use (0,547; t-statistic 4,666), dan Perceived Ease of Use juga berpengaruh signifikan terhadap Intention to Use (0,410; t-statistic 3,514). Perceived Ease of Use juga terbukti memediasi secara signifikan hubungan Perceived Usefulness terhadap Intention to Use (0,385; t-statistic 3,549).