Model komunikasi proses belajar mengajar antara guru dengan siswa penyandang tunagrahita (studi kasus di Sekolah Luar Biasa C1 AKW "Kumara I" Surabaya)

Penyandang tunagrahita adalah orang yang mempunyai kemampuan intelektual dibawah rata-rata. Penyandang tunagrahita mempunyai kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang lain. Guru dapat berkomunikasi dengan siswa penyandang tunagrahita, meskipun terdapat banyak gangguan dalam proses komunikasinya. Penelitian kualitatif dengan pengamatan, wawancara dan studi kepustakaan ini dilakukan di Sekolah Luar Biasa C1 AKW "Kumara I" Surabaya. Dari penelitian ini ditemukan bahwa setiap siswa penyandang tunagrahita mempunyai tingkat intelektual dan kemampuan komunikasi yang berbeda-beda yang menjadi gangguan komunikasi. Dalam model komunikasi antara guru dengan siswa penyandang tunagrahita, semakin besar gangguan komunikasi
sewaktu guru menyampaikan pesan kepada siswanya, maka pesan akan ditolak oleh siswanya, sehingga guru harus melakukan pengulangan pesan kepada siswanya. Begitu pula dengan umpan balik yang disampaikan oleh siswa kepada guru, semakin besar gangguan komunikasi yang terjadi, maka guru tidak dapat memahami pesan yang disampaikan oleh siswanya. Besarnya kesamaan bidang pengalaman dan kerangka acuan seorang guru dengan siswanya, berperan penting dalam berkomunikasi dengan siswa-siswanya.

INDAH WIDYAMURTI Gatut Priyowidodo (Advisor 1); YULI NUGRAHENI (Examination Committee 1) Universitas Kristen Petra Indonesian Digital Theses Undergraduate Thesis Skripsi/Undergraduate Thesis Skripsi No. 10010240/KOM/2007; Indah Widyamurti (51403053) COMMUNICATION; INTERPERSONAL COMMUNICATION

Files